Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi Yang Bicara

Intuisi

Sering kali aku berjanji Berjanji untuk tak lagi peduli Bahkan aku mulai menghindar darimu hari ini Hanya untuk melindungi hati Melindungi dari rasa yang tersakiti Tidak, Aku hanya sedang menghibur diri Bahkan rasa itu semakin hari, semakin menjadi Buktinya aku tetap merindu sampai saat ini Gagal, Aku gagal berlari Aku bahkan masih disini Memandangi wajahmu dalam sunyi Maafkan aku yang tetap tak bisa menahan diri

Jatuh Cinta Diam-Diam

Jatuh cinta diam-diam, seperti judul novel dari Dwitasari. Namun itu yang sedang ku alami sekarang. Saling mengenal memang, tapi tidak saling berani memberikan ruang.  Hangat dalam sebuah kata, namun dingin dalam pertemuan. Saling pandang, namun tak bersuara.  Semua hanya tergambar di senyumku. Anggap aku pengecut. Ya, aku pengecut. Aku hanya bisa memandangmu dari jauh. Aku selalu berusaha agar bisa bertemu denganmu hanya sekejap. Meski sekejap, hebatnya kau bisa membuat debaran jantungku tak menentu. Aku tak berani memulai, karena aku tak tau caranya berhenti ketika terjatuh nanti. Biarkan aku dan rasaku ini saja, semua akan baik-baik saja. Hanya dengan berada di dekatku, itu sudah lebih dari cukup. Jatuh cinta diam-diam hanya mampu dilakukan jika memang kau dan hatimu saling menguatkan. Menguatkan ketika kau harus terjatuh. Menguatkan ketika kau harus menjauh. Menguatkan ketika kau harus membuang rasamu jauh. Aku janji. Aku tak akan berjalan keluar dan meng...