Langsung ke konten utama

Tentang Carin

Hallo
Hari ini adalah hari pertamaku membagikan tulisan sederhanaku disini. Tulisan kali ini klasik memang, karena hanya berisi perkenalan diriku saja hehe. Karena setauku peribahasa mengajarkan bahwa 'Tak kenal maka tak sayang', jadi kalian harus mengenalku terlebih dahulu agar kalian bisa menyayangiku. Dan yang barusan adalah teori yang ku buat sendiri
Jadi ku mulai dari nama, nama panjangku Carina Madania. Tapi tentu kalian bisa memanggilku dengan Carin atau Carina. Bahkan tak jarang teman-temanku memanggilku dengan Car, yang mana kata 'car' sangat identik dengan mobil hmm. Tak apa, aku menganggapnya sebagai sapaan sayang (mungkin).
Aku merupakan anak dari Ayah dan Ibuku, tentu saja. Menyinggung sedikit tentang Ayah dan Ibuku, aku akan memberi tahu bahwa Ayahku berasal dari kota Sidoarjo dan Ibuku berasal dari kota kelahiranku yaitu Jombang. Dari fisik dan sifat aku banyak meniru Ayahku. Ayahku memiliki sedikit keturunan arab, dan aku bersyukur karena itu menurun padaku. Sedangkan untuk sifat sendiri Ayahku orangnya keras dan sedikit 'cablak' hehe. Sedangkan Ibuku memiliki fisik yang sangat identik dengan orang Jawa kebanyakan, hingga sifatnya pun begitu. Beliau ramah, murah senyum, halus, dan masih menjunjung tinggi tradisi Jawa.
Aku anak bungsu, dan aku hanya memiliki satu kakak cowo yang memiliki beda umur satu tahun enam bulan. Cukup dekat memang seusia kakakku untuk memiliki adik lagi, namun aku bersyukur bahwa ia jarang memperlakukanku buruk. Ia bahkan lebih halus dari pada aku, namun sifat menang sendiri sedikit dominan ketika bersamaku.
Apalagi yang harus ku kenalkan pada kalian?
Mungkin sedikit mengenai kepribadianku tak masalah bukan
Aku seorang ambivert jika bolehku beri tau. Aku bukan seseorang yang pendiam dan akan mengurung diriku dengan duniaku sendiri. Tapi aku juga tak begitu pintar untuk cepat bercengkarama dengan orang asing jika orang asing itu tidak memberikan aku celah untuk mengenalnya lebih dalam.
Aku sosok yang lebih baik diam ketika ada masalah yang aku rasa masih bisa aku selesaikan sendiri. Tapi aku tipe orang yang sering banyak menerima curhatan teman-temanku. Aku tak pernah bilang bahwa aku pintar mencari solusi untuk masalah mereka. Bahkan terkadang aku tak mengerti harus memberi solusi apa untuk masalah mereka.
Hanya menjadi pendengar yang baik.
Ya, aku melakukan itu untuk setiap orang yang bercerita padaku. Aku rasa, beberapa dari mereka memutuskan untuk bercerita karena mereka hanya ingin di dengar. Jadi aku mutuskan untuk menjadi pendengar yang baik untuk mereka, meski belum bisa kulakukan dengan maksimal.
Kurasa sudah cukup aku memperkenalkan diriku. Bagiamanapun aku hanya ingin mengucapkan bahwa mari kita saling mengenal satu sama lain, tidak ada salahnya kita saling mengenal bukan? hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa seseorang sering merendahkan orang lain?

Kenapa aku mengangkat tema ini ? Karena akupun juga masih sering merendahkan orang yang baru saja aku temui meski hanya bertemu satu kali hehe. Jadi balik lagi, kenapa kamu bahkan aku suka merendahkan orang lain? Itu karena kita melihat seseorang itu dari luar saja. Ngga bisa dipungkiri kalo emang nge-nilai seseorang dari luar itu gampang banget karena kita cuma harus ngenilai pake indera kita. Padahal kalo diliat-liat, indera kita itu cuma nangkep dari luarnya aja. Sedangkan apa yang kita lihat biasanya ngga sama kayak apa yang kita rasakan. Maksudnya, apa yang bisa kita lihat terhadap orang itu bisa aja beda sama sifat aslinya. Benerkan? Cerita dikit aja ya. Aku pernah di "rendahin" sama temen sekelas aku meski mereka kayaknya emang ga sengaja hehe. Jadi ceritanya semester tiga kemarin aku ngambil mata kuliah Pkn. Nah mata kuliah itu hanya bisa diambil kalo kita dapet IP 3,5 karena kan jatah sks-nya bakalan banyak. Nah, alhamdulillah aku bisa ngambil mata kuliah itu. D...

Baper Ih Baper

'Gitu aja baper' 'Baperan ih' 'Cuma bercanda doang kali, gitu aja baper' 'Biasa aja, baper banget jadi orang' Udah biasa banget kan denger yang begituan, apalagi kalo denger kata baper pasti uda familiar di kalangan anak muda jaman sekarang. Baper sendiri artinya bawa perasaan, maksudnya ketika kamu ngehadepin apapun itu perasaan kamu pasti kebawa. Kayak seumpama kamu minta maaf karena kamu nggak ikut kerja kelompok. Tapi tiba-tiba teman kamu jawab, "Ngga masalah, gausa minta maaf kali. Baper banget sih wkwk". Harusnya sih kamu bersyukur karena temen kamu masih mau minta maaf, kalo seumpama temen kamu kamu ga punya perasaan buat minta maaf kan kamu bakalan sebel juga.   See , semakin kesini semakin ada yang salah dari kata baper. Menurutku meminta maaf merupakan hal yang patut untuk dihargai. Bukan itu saja, tapi ketika seseorang mengucapkan maaf, terima kasih dan tolong, maka hargai orang itu. Karena tak mudah untuk mengucapkan tiga ka...

Kenapa Harus Malu Dengan Belajar?

Entah kenapa akhir-akhir ini aku sedikit merasa terintimidasi dengan beberapa temanku yang sudah bekerja. Kebanyakan dari temanku memang lebih memilih bekerja ketimbang harus kuliah. Dan itu cukup membuatku sedikit menarik diri dari mereka dan juga membatasi diri. Bukan karena aku mementingkan status atau aku hanya berpikiran akan berkumpul dengan teman yang memiliki status yang sama denganku. Tidak. Aku berusaha menjalin hubungan dengan siapapun orang yang menurutku baik untukku. Alasan kenapa aku menarik diri dan membatasi pergaulanku dengan mereka karena aku rasa aku tak sepadan dengan mereka. Logikanya mereka sudah bisa menghasilkan uang sedangkan aku hanya bisa menunggu uang dari Ibuku. Bukankah akan sangat jahat jika aku memakai uang hasil jerih payah Ibuku hanya untuk bermain? Aku mempunyai tanggung jawab yang lebih besar daripada hanya sekedar bermain. Senang melihat mereka sudah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Tapi di sisi lain aku juga ingin merasaka...