Langsung ke konten utama

Baper Ih Baper

'Gitu aja baper'
'Baperan ih'
'Cuma bercanda doang kali, gitu aja baper'
'Biasa aja, baper banget jadi orang'


Udah biasa banget kan denger yang begituan, apalagi kalo denger kata baper pasti uda familiar di kalangan anak muda jaman sekarang. Baper sendiri artinya bawa perasaan, maksudnya ketika kamu ngehadepin apapun itu perasaan kamu pasti kebawa. Kayak seumpama kamu minta maaf karena kamu nggak ikut kerja kelompok. Tapi tiba-tiba teman kamu jawab, "Ngga masalah, gausa minta maaf kali. Baper banget sih wkwk". Harusnya sih kamu bersyukur karena temen kamu masih mau minta maaf, kalo seumpama temen kamu kamu ga punya perasaan buat minta maaf kan kamu bakalan sebel juga.
 
See, semakin kesini semakin ada yang salah dari kata baper. Menurutku meminta maaf merupakan hal yang patut untuk dihargai. Bukan itu saja, tapi ketika seseorang mengucapkan maaf, terima kasih dan tolong, maka hargai orang itu. Karena tak mudah untuk mengucapkan tiga kata ajaib itu. Tapi di masa sekarang, ketika kita mengucapkan hal-hal sepele pasti kita bakalan dibilang baper.

Sebenernya ga ada yang salah sama baper. Toh baper itu nunjukkin kalo kita emang manusia yang normal. Bukankah sudah kaidahnya manusia untuk mempunyai perasaan? Jadi ketika kita minta maaf, minta tolong dan berterima kasih sama aja kayak kita mengikut sertakan perasaan kita dalam tindakan kita.
 Sejatinya kalo manusia ga punya perasaan, kita sendiri loh yang bingung. Kalian ga bisa bedain antara perasaan sedih, marah, senang, bingung dan lainnya.

Bawa perasaan emang boleh, tapi kamu juga perlu mengontrol perasaan kamu. Bawa perasaannya sewajarnya aja jangan berlebih, karena yang berlebihan memang ga baik hehe. Ga semua bisa di bawa perasaan, kayak perilaku cowok ke cewek contohnya. Kenapa aku ngambil contoh itu, karena itu yang biasa terjadi pada cewek hehe.

Cowoknya udah ngasih perhatian, udah ditanyain udah makan apa belum, dibawain makanan, diajak nonton, bahkan sampe bilang sayang-sayangan eh pas ditanya tentang kejelasan status, mereka para cowok malah bilang cuma temenan aja. Ceweknya galau dikatain "Dianya aja yang baper."

Gimana ya, kalo aku yang nyikapi sebenarnya aku ga begitu paham kenapa cowok ngasih yang lebih ke cewek tapi ujung-ujungnya temen. Kalo kalian para cowok tau gimana batesannya seorang temen, kalian pasti ga akan berperilaku lebih sih. Perilaku lebih ini yang nimbulin ekspektasi para cewek sehingga ketika cowok udah ga perhatian lagi si cewek pasti dikatain baper.

Balik lagi sih, sebenernya kalian para cowok jangan bersikap lebih sama seorang cewe kalo kaliannya sendiri cuma nganggep temen. Semua itu ada batesannya, percaya aku deh hehe. Ada hal yang boleh dan ga boleh untuk kalian lakukan sebagai seorang temen. Ketika kamu tau batesannya pasti ga ada deh cewek yang bilang kalian jahat karena ngegantungin mereka.

Buat kalian para cewe juga biasa aja dalam ngehadepin cowok. Kita harus bisa bentengin hati kita dari omongan dan sikap para cowok. Sulit emang, karena cewek selalu melibatkan perasaannya dalam semua kegiatannya. Tapi ya itu, ga semua tindakan dan omongan cowok bisa di bawa perasaan.

Intinya mari kita saling menghargai dengan adanya perasaan yang diberikan Tuhan kepada kita dan juga belajar mengendalikan dalam menggunakan perasaan dengan bijak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jatuh Cinta Diam-Diam

Jatuh cinta diam-diam, seperti judul novel dari Dwitasari. Namun itu yang sedang ku alami sekarang. Saling mengenal memang, tapi tidak saling berani memberikan ruang.  Hangat dalam sebuah kata, namun dingin dalam pertemuan. Saling pandang, namun tak bersuara.  Semua hanya tergambar di senyumku. Anggap aku pengecut. Ya, aku pengecut. Aku hanya bisa memandangmu dari jauh. Aku selalu berusaha agar bisa bertemu denganmu hanya sekejap. Meski sekejap, hebatnya kau bisa membuat debaran jantungku tak menentu. Aku tak berani memulai, karena aku tak tau caranya berhenti ketika terjatuh nanti. Biarkan aku dan rasaku ini saja, semua akan baik-baik saja. Hanya dengan berada di dekatku, itu sudah lebih dari cukup. Jatuh cinta diam-diam hanya mampu dilakukan jika memang kau dan hatimu saling menguatkan. Menguatkan ketika kau harus terjatuh. Menguatkan ketika kau harus menjauh. Menguatkan ketika kau harus membuang rasamu jauh. Aku janji. Aku tak akan berjalan keluar dan meng...

Jadilah pendengar yang baik

Setiap manusia pasti punya masalah karena masalah memang diciptakan untuk mengukur bagaimana manusia memaknai hidupnya. Begitupun aku, hari ini masalahku datang saat dengan tiba-tiba kakakku memberikan kabar buruk padaku. Seketika kaget, takut dan sedih datang setelah mendengar kabar dari kakakku. Aku ingin bercerita tentu saja, aku ingin membagi keluh kesahku ini agar tak menjadi beban yang begitu berat bagiku. Teman-temanku bertanya tentang keadaanku yang terlihat kacau saat itu. Dan akhirnya aku menceritakan secara garis besar masalahku pada mereka. Namun satu hal yang aku dapatkan setelah aku menceritakan masalahku, mereka hanya menghiburku sesaat. Setelahnya, mereka kembali berlelucon seperti biasanya. Aku tak mengerti kenapa mereka bisa seperti itu, setidaknya mereka bisa melakukan sedikit 'drama' dengan ikut bersedih akan masalahku. Bahkan salah satu dari mereka kembali menceritakan masalahnya dengan kekasihnya padaku. Hei, disini aku sedang bersedih. Kenapa kau mena...

Ayah (lagi)

Kemarin aku mendapat sebuah kritikan dari temanku sendiri. Ia bilang bahwa aku belum mengikhlaskan kepergian Ayahku karena aku masih sering menangis hanya dengan memikirkannya. Lalu aku berpikir, keikhlasan siapa yang tau. Aku sudah mengikhlaskan kepergian Ayahku, karena bagaimanapun ini semua yang terbaik daripada Ayahku harus merasakan sakit ketika penyakit terus menggerogoti tubuhnya. Tapi biar kutunjukkan kenapa aku sering menangis tentang Ayahku. Pernahkah kalian membayangkan hidupmu berjalan tanpa seseorang yang bisa kau jadikan sebagai pegangan hidup ketika kamu jatuh? Jawabannya tidak, memang kamu masih bisa berpegangan pada Ibu, saudara ataupun bahkan temanmu. Tapi Ayah, Ayah adalah salah satu orang yang bisa membuatmu berpikir rasioanal tanpa mengesampingkan egomu. Aku begitu kehilangan sosok itu, sosok yang akan memberikanku motivasi ketika aku merasa jatuh. Orang yang akan dengan senang hati mendengar ceritaku sampai aku tertidur. Itu semua ada di Ayahku. Hari ini kakakk...